Menilik Proses Kerja Anggota Multimedia Imaging Research Group Dalam Mewujudkan Proyek Smart Mirroring

Menilik Proses Kerja Anggota Multimedia Imaging Research Group Dalam Mewujudkan Proyek Smart Mirroring

Sementara itu, Naufal memiliki peran penting dalam menciptakan aset 3D kacamata yang akan digunakan di platform Smart Mirroring. Sebanyak 292 model frame yang harus dibuat, menjadi tantangan pertama bagi Naufal. Setiap frame memiliki variasi tekstur dan warna, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dalam detail visual. Setelah itu, model 3D tersebut harus dikonversi ke format yang kompatibel dengan website yang dilakukan melalui proses trial dan error, terutama saat memastikan bahwa semua model tampil sempurna di platform. Dengan bimbingan dosen dan komunitas daring, Naufal berhasil menyelesaikan tugas ini, meskipun sebelumnya belum pernah menggunakan Unity secara mendalam. Melalui proyek ini, ia merasa kemampuannya dalam mengolah animasi 3D dan berkolaborasi dalam tim meningkat signifikan.

Setelah produk selesai dirancang, diperlukan strategi untuk mengenalkan teknologi Smart Mirroring ke publik. Tugas ini diemban oleh Adam, yang bertanggung jawab membuat video promosi. Video ini menggunakan aset 3D kacamata karya Naufal dan bertujuan menjelaskan konsep Smart Mirroring kepada audiens. Adam memulai dengan menentukan konsep video, meskipun sempat mengalami kebingungan pada tahap awal. Adam menggunakan Blender sehingga menghasilkan visual yang menarik, meskipun ia sempat menghadapi kesulitan dalam proses color grading. Dengan dukungan materi mata kuliah animasi 3D dan storyboard, Adam mampu menyelesaikan video promosi sesuai target waktu. Adam berharap video ini dapat mempermudah audiens memahami fungsi dan keunggulan Smart Mirroring. Ia juga berharap teknologi seperti ini dapat terus berkembang, terutama dalam integrasinya dengan dunia fashion.

Proyek Smart Mirroring merupakan hasil kolaborasi tim yang memadukan keahlian spesifik dari anggota Lab Multimedia Imaging Research Group. Mulai dari desain perangkat keras, pembuatan aset 3D, hingga media promosi. Kerja sama dengan Zona Kacamata juga menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk memperkenalkan teknologi ini ke pasar yang lebih luas sehingga produk dapat memberikan pengalaman baru bagi pengguna dalam memilih kacamata secara interaktif. Kedepannya, tim berharap proyek teknologi ini dapat terus berkembang tidak hanya di sektor optik, tetapi juga di sektor lain yang memerlukan pendekatan teknologi interaktif, sehingga dapat berkontribusi pada kemajuan teknologi di Indonesia.

Menilik Proses Kerja Anggota Multimedia Imaging Research Group Dalam Mewujudkan Proyek Smart Mirroring

Sementara itu, Naufal memiliki peran penting dalam menciptakan aset 3D kacamata yang akan digunakan di platform Smart Mirroring. Sebanyak 292 model frame yang harus dibuat, menjadi tantangan pertama bagi Naufal. Setiap frame memiliki variasi tekstur dan warna, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dalam detail visual. Setelah itu, model 3D tersebut harus dikonversi ke format yang kompatibel dengan website yang dilakukan melalui proses trial dan error, terutama saat memastikan bahwa semua model tampil sempurna di platform. Dengan bimbingan dosen dan komunitas daring, Naufal berhasil menyelesaikan tugas ini, meskipun sebelumnya belum pernah menggunakan Unity secara mendalam. Melalui proyek ini, ia merasa kemampuannya dalam mengolah animasi 3D dan berkolaborasi dalam tim meningkat signifikan.

Setelah produk selesai dirancang, diperlukan strategi untuk mengenalkan teknologi Smart Mirroring ke publik. Tugas ini diemban oleh Adam, yang bertanggung jawab membuat video promosi. Video ini menggunakan aset 3D kacamata karya Naufal dan bertujuan menjelaskan konsep Smart Mirroring kepada audiens. Adam memulai dengan menentukan konsep video, meskipun sempat mengalami kebingungan pada tahap awal. Adam menggunakan Blender sehingga menghasilkan visual yang menarik, meskipun ia sempat menghadapi kesulitan dalam proses color grading. Dengan dukungan materi mata kuliah animasi 3D dan storyboard, Adam mampu menyelesaikan video promosi sesuai target waktu. Adam berharap video ini dapat mempermudah audiens memahami fungsi dan keunggulan Smart Mirroring. Ia juga berharap teknologi seperti ini dapat terus berkembang, terutama dalam integrasinya dengan dunia fashion.

Proyek Smart Mirroring merupakan hasil kolaborasi tim yang memadukan keahlian spesifik dari anggota Lab Multimedia Imaging Research Group. Mulai dari desain perangkat keras, pembuatan aset 3D, hingga media promosi. Kerja sama dengan Zona Kacamata juga menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk memperkenalkan teknologi ini ke pasar yang lebih luas sehingga produk dapat memberikan pengalaman baru bagi pengguna dalam memilih kacamata secara interaktif. Kedepannya, tim berharap proyek teknologi ini dapat terus berkembang tidak hanya di sektor optik, tetapi juga di sektor lain yang memerlukan pendekatan teknologi interaktif, sehingga dapat berkontribusi pada kemajuan teknologi di Indonesia.